Makna berkurban kebanyakan orang berfikir hanya tentang kambing atau sapi, sehingga banyak orang beranggapan kemampuan membeli kambing atau sapi disesuaikan dengan keadaanya mampu beli atau tidak. Bahkan sebagian yang beranggapan bukan daging dan darahnya yang sampai kepada Allah. Hal ini membuat banyak orang enggan untuk mengeluarkan kurban.
Kalau kita perhatikan ayat yang berkaitan tentang perintah untuk berkurban
Bahwa bagaimana Nabi Ibrahim merelakan buah hatinya yang ditunggu selama puluhan tahun, dan bagaimana Nabi Ismail dengan ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya.
Kemudian dengan action kedua Nabi tersebut Allah melalui malaikatNYA menggantikan hewan sembelihan sebagai gantinya.
Dari kejadian ini ada makna yang perlu kita ambil hikmah, bahwa adanya hewan sembelihan pengganti baru muncul setelah adanya action kedua Nabi Kita, hal ini menandakan bahwa "Pengorbanan itu memunculkan sesuatu yang tidak ada menjadi ada".
Hal ini bisa kita amati bagaimana orang tua rela berkorban demi untuk menghidupi keluarganya, dari yang tidak ada makanan menjadikan ada makanan untuk keluarganya.
Mengapa kita tidak pernah berfikir bahwa seuatu yang belum ada bisa kita adakan dengan keikhlasan dalam pengorbanan kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Posting Komentar